Selasa, 29 Januari 2013

Penjelajahan Antartika Zaman Dulu



South Pole atau kutub Selatan. Tak begitu banyak ekspedisi ke sana, South Pole berada di benua Antartika yang notabene adalah daratan dan perjalanan bisa dilakukan dengan menggunakan kaki. 
Upaya pertama menyentuh titik ini dilakukan oleh penjelajah Inggris, Robert Falcon Scott, Ernest Shackleton and Edward Wilson pada The Discovery Expedition 1901– 1904. Dengan tujuan ekspedisi bergerak ke selatan sejauh mungkin, mereka berhasil mencapai titik 82°16′ S pada 31 December 1902.
Shackleton kembali ke Antartika sebagai pimpinan dari The British Antarctic Expedition (Nimrod Expedition) yang kali ini bertujuan mencapai titik kutubnya. Pada 9 Januari 1909, bersama tiga temannya, ia berhasil mencapai titik 88°23′ S, sekitar 112 mil darat dari kutub selatan sebelum akhirnya terpaksa pulang.
Geographic South Pole atau Terrestrial South Pole baru dapat disentuh manusia pada 1911. Adalah orang-orang Norwegia yang terdiri dari Roald Amundsen, Helmer Hanssen, Sverre Hassel, Bjaaland dan Oscar Wisting yang berhasil mencapainya untuk pertama kali pada 14 Desember 1911. Amundsen menamakan kamp mereka Polheim dan keseluruhan plateau disekitar kutub dengan nama King Haakon VII Vidde untuk menghormati raja Norwegia.
Robert Falcon Scott juga kembali ke Antartika untuk ekspedisi keduanya dengan the Terra Nova Expedition akhirnya berhasil mencapai kutub selatan pada 17 januari 1912. Namun mereka kecewa karena mereka bukan menjadi Tim yang pertama mencapai antartika karena keduluan Tim dari Norwegia. Dan dalam perjalanan pulang, Scott dan keempat kawannya gugur akibat kelaparan dan cuaca yang ekstrim.




Pada 17 Januari 1912, Kapten Robert Falcon Scott dan empat orang lainnya berhasil mencapai Kutub Selatan. Mereka berharap mengukir sejarah dan menjadi orang pertama yang berhasil mencapai Kutub Selatan. Namun ternyata mereka didahului oleh tim ekspedisi Norwegia yang dipimpin Roald Amundsen. Foto-foto berikut ini mengabadikan kisah perjalanan Kapten Scott saat itu.



Ekspedisi Kapten Scott menumpang kapal Terra Nova. Mereka berlayar dari Cardiff pada 15 Juni 1910, melalui jalur Afrika Selatan, Australia dan Selandia Baru, hingga ke pinggiran Antartika, sebelum akhirnya tiba di Pulau Ross pada 4 Januari 1911. Foto ini memperlihatkan kapal Terra Nova yang berada di dekat Pulau Ross pada 7 Januari 1911



Kapal Terra Nova, tertambat di lapisan es di Pulau Ross pada 16 Januari 1911



Markas Kapten Scott disebut Camp Evans. Mereka membangun pondokan dan tenda selama Januari 1911. Di sana, para kru ekspedisi - total 65 pria- menetap sementara dan bekerja. Ini adalah Thomas Clissold, tukang masak yang tengah membuat kue pai.



Cecil Meares, seorang pawang anjing, terlihat tengah menghibur diri dengan pianola di salah satu pondokan di Camp Evans.



Kapten Scott dan timnya lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengeksplorasi Antartika dan menggambar wilayah yang mereka lalui dalam sketsa. Di foto ini, Dr Edward Adrian Wilson, Kepala Peneliti di misi ini, tengah menggambar sketsa. Wilson adalah orang kepercayaan Kapten Scott dan merupakan periset di bidang zoology yang terpandang, sekaligus ilustrator yang sangat berbakat.



Seorang anggota tim ekspedisi tengah mengudap kacang kalengan Heinz.



Ekspedisi banyak menyertakan binatang untuk mempermudah misi. Di sini, Chris, anjing penarik kereta salju, terlihat menyimak musik dari sebuah gramofon yang tengah dimainkan.



Seekor pinguin tengah menapaki bongkahan es di daerah Ross Dependency di Antartika.



Geolog Thomas Taylor dan meteorolog Charles Wright, dua anggota tim ekspedisi, diabadikan saat berdiri di gerbang gua es pada 5 Januari 1911.



Tiga orang anggota ekspedisi duduk di sekeliling kompor di dekat tenda di Pulau Ross pada 7 Februari 1911.



Thomas Clissold tengah menuntun seekor penguin Emperor dengan sebuah tali.



Anton Omelchenko memangkas rambut Patrick Keohane di Camp Evans, di Pulau Ros.



Kapten Scott (di ujung meja) merayakan ulang tahunnya ke-43 di Camp pada 6 Juni 1911.



Sebuah potret salah seorang bawahan Kapten Scott, Henry Bowers. Foto ini, dan kebanyakan foto lainnya, diambil oleh fotografer Herbert Ponting.



Seseorang tengah berdiri di atas puncak Matterhorn Berg di Pulau Ross pada 8 Oktober 1911. Di latar belakangnya, terlihat gunung berapi aktif Mount Erebus.



Tim pendahulu, tengah meninggalkan Camp Evans pada 24 Oktober1911. Tim lainnya, termasuk Scott, menyusul pada 1 November. Gletser Kutub Selatan akhirnya berhasil dicapai pada 20 Desember. Di awal Januari 1912, Scott mengawali babak terakhir perjalanannya. Ia memilih Henry Bowers, Lawrence Oates, Edward Wilson dan Edgar Evans, sebagai anggota-anggota tim yang menemaninya.



Scott dan timnya akhirnya tiba di Kutub Selatan pada 17Januari 1912. Mereka sangat kecewa setelah menyadari bahwa mereka telah didahului oleh tim dari Norwegia. Dalam diarinya, Kapten Scott menulis: “Kutub.Ya, tapi kami tiba dalam kondisi yang sangat jauh dari harapan... Tuhan MahaBesar! Ini adalah tempat yang mengerikan dan cukup buruk bagi kami, yang telah bekerja begitu keras, tanpa mendapat hasil yang pertama.”



Halaman terakhir di jurnal harian Kapten Scott, yang ditulis pada 29 Maret 1912 - diperkirakan merupakan tanggal kematiannya. Diari itu ditemukan bersama jasad Kapten Scott, Wilson, dan Bowers delapan bulan kemudian, oleh tim pencarian. Evans meninggal pada 17 Februari setelah jatuh di dekat sebuah gletser. Adapun Oates keluar dari tenda pada 17 Maret, dan sempat berpesan: “Saya hanya keluar dan mungkin hanya sebentar”. Namun, setelah itu ia tak pernah kembali. Dalam diari Scott tertulis pula: “Kami semestinya tetap bersama hingga akhir, namun kami semakin melemah, tentu, maut tidak akan lama lagi. Ini sangat disayangkan, dan Saya fikir Saya tidak bisa menulis lebih banyak lagi. R.Scott. Demi Tuhan yang menjaga orang-orang kami.”



Sebuah kartu pos dengan bingkai warna hitam untuk memperingati Kapten Scott dan timnya, dikeluarkan pada Desember 1912.



Potret resmi Kapten Scott, berseragam Angkatan Laut Inggris.

DAN SUATU KETIKA 100 TAHUN KEMUDIAN, SISA-SISA EKSPEDISI DITEMUKAN OLEH SEKELOMPOK PECINTA LINGKUNGAN



Dua kotak mentega ditemukan dalam keadaan utuh setelah hampir satu abad ada di satu gubuk yang digunakan penjelajah Inggris Robert Falcon Scott dalam ekspedisinya yang gagal pada 1910-1912 di Antartika.
Stasiun televisi Selandia Baru melaporkan, beberapa pencinta lingkungan menemukan dua kota mentega Selandia Baru di dalam tas yang diikatkan ke gubuk ekspedisi di Cape Evans di Antartika.
Udara yang sangat dingin di wilayah kutub “melestarikan” gubuk itu dan peralatan ekspedisi yang berada di dalamnya. Namun, beberapa tanda kerusakan baru-baru ini membuat Antarctic Heritage Trust melancarkan proyek pelestarian. Lizzie Meek dari Trust mengatakan, mentega tersebut adalah “temuan harta karun”.
“Sungguh mengagumkan betapa kuat aromanya setelah hampir 100 tahun,” kata Meek di gubuk tersebut. “Saya tidak yakin saya mau menggunakannya di roti panggang saya.”




Scott menggunakan gubuk di Cape Evans sebagai pangkalan ekspedisinya ke Kutub Selatan. Ia dan empat penjelajah lain mencapai wilayah tersebut pada 17 Januari 1912. Namun, mereka mendapati bahwa Roald Amundsen dari Norwegia telah mengalahkan mereka dan tiba lebih dulu di Kutub Selatan dengan selisih waktu lima pekan.
Scott dan empat temannya itu tewas dalam perjalanan pulang ke Cape Evans. Temuan paling akhir itu terjadi menyusul berita bulan lalu mengenai penemuan dua peti wiski scotch di satu gubuk yang digunakan oleh penjelajah Inggris, Ernest Schackleton, selama ekspedisi 1907-1909 ke Antartika.




DAN KETIKA SEJARAH MEMPERDEBATKAN SIAPA KAH YANG PERTAMA KALI MENCAPAI ANTARTIKA

"Rasa petualangan mendorong penjelajah pergi ke tujuan terjauh Bumi di kutub selatan, pada abad 19 dan 20, namun siapa yang pertema sampai? Norwegia dan Inggris berkompetisi siapa yang pertama mengibarkan bendera disana. Meski Norwegia memenangkan hadiah, kedua negara itu sama-sama bersusah payah menuju ke ‘hambatan hukuman lingkungan’ itu.
Kurator Museum of Natural History Amerika di New York dan penulis ‘Race To End: Amundsen, Scott, and Attainment of the South Pole’ Ross MacPhee mengatakan, orang pertama sampai Kutub Selatan adalah penjelajah Norwegia Roald Amundsen.
Amundsen butuh 99 hari ke Kutub Selatan bersaing dengan perwira AL Inggris Robert Scott. Amundsen, musafir kutub veteran, memimpin tim terdiri dari 18 orang di seluruh benua beku itu akhirnya mencapai kutub pada 14 Desember 1912, kata MacPhee.
Scott dan krunya memang berhasil mencapai Kutub Selatan. Namun empat minggu kemudian pada 17 Januari 1913, mereka tak berhasil kembali hidup-hidup.
“Ketika Amundsen berusia 15, satu-satunya hal yang ia ingin adalah menjadi penjelajah kutub,” kata MacPhee.
“Ia melatih dirinya agara bisa sekeras paku. Ia merupakan ahli logistik, karenanya secara fundamental ia berhasil. Ketika mereka berdua di Ross Ice Shelf (di pantai Antartika, di mana ekspedisi dimulai), tak diragukan ia yang pertama”.
Amundsen memenangkan lomba karena timnya menggunakan kereta luncur anjing untuk perjalanan, mengenakan pakaian bulu dan mulai berlari lebih dulu, kata MacPhee. Sebaliknya, Scott da anak buahnya naik kuda poni, mengenakan wol dan memulai ekspedisinya terlambat.
“Scott tak cukup sadar akan kondisi yang akan ia hadapi,” kata MacPhee. “Anda harus melakukan semuanya secepat mungkin pada puncak musim panas Antartika. Jika tidak, Anda mati”.
Dan mereka memang mati. Sementara Amundsen kembali dengan gelar pahlawan, Scott dan tim meninggal dalam perjalanan kembali dari kutub, membeku dalam kantong tidur, kata MacPhee"

Senin, 28 Januari 2013

Penjelajahan Dapur Magma Gunung Berapi

Gambar spektakuler ini yang diambil oleh fotografer Lurie Belegurschi, yang turun ke jantung gunung berapi Thrihnukagigur, dekat Reykjavik di Islandia, untuk menunjukkan keindahan luar biasa dari ruang magma yang terkubur di dalam gunung berapi aktif.
Merasa aman saat ia turun ke 120 meter setara dengan tiga Patung Liberty, diizinkan turun karena sudah 4.000 tahun sejak gunung api yang terakhir meletus, jadi bukan suatu masalah jika dia turun kebawah.
Tapi saat ia turun dalam keranjang dengan tali pada crane, mantra lama harus dijalankan melalui kepalanya.



Lihat di bagian bawah gambar, dan Anda dapat melihat explorer Iurie Belegurschi, 120 meter ke jantung gunung berapi



Gunung Thrihnukagigur yang luar biasa terletak di tenggara Reykjavik di Islandia, terakhir meletus pada 4.000 tahun yang lalu



 Sinar matahari dapat dilihat sekilas melalui bagian atas ruangan

Meskipun terakhir meletus empat ribuan tahun lalu, gunung berapi yang dijuluki ‘gunung berapi tidur’ karena bisa hidup kembali setiap saat.


Dia mengatakan itu adalah kesempatan sekali dalam seumur hidup dan pengalaman dia tidak akan pernah lupa.


Dia berkata: “gunung berapi Thrihnukagigur adalah satu-satunya tempat di bumi di mana dapur magma vulkanik dapat diakses dan aman untuk mengeksplorasi.


“Warna-warna indah di dinding gua adalah hasil dari lahar panas yang mengalir di sana 4.000 tahun yang lalu. Ini benar-benar menakjubkan untuk foto.




GunungThrihnukagigur sebagai gunung api, dikelilingi oleh ladang lahar dingin, seperti yang terlihat dari jarak yang (semoga) aman



MENAKJUBKAN BRO SIS

Selasa, 26 April 2011

Masa Lalu Kita Berjaya.. In Memorial of 1960 ketika Soekarno berkuasa

kekuatan militer Indonesia adalah salah satu yang terbesar dan terkuat di dunia. Saat itu, bahkan kekuatan Belanda sudah tidak sebanding dengan Indonesia, dan Amerika sangat khawatir dengan perkembangan kekuatan militer kita yang didukung besar-besaran oleh teknologi terbaru Uni Sovyet.

1960, Belanda masih bercokol di Papua. Melihat kekuatan Republik Indonesia yang makin hebat, Belanda yang didukung Barat merancang muslihat untuk membentuk negara boneka yang seakan-akan merdeka, tapi masih dibawah kendali Belanda.

Presiden Sukarno segera mengambil tindakan ekstrim, tujuannya, merebut kembali Papua. Sukarno segera mengeluarkan maklumat "Trikora" di Yogyakarta, dan isinya adalah:
1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda.
2. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh Irian Barat
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum, mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air bangsa.

Berkat kedekatan Indonesia dengan Sovyet, maka Indonesia mendapatkan bantuan besar-besaran kekuatan armada laut dan udara militer termaju di dunia dengan nilai raksasa, US$ 2.5 milyar. Saat ini, kekuatan militer Indonesia menjadi yang terkuat di seluruh belahan bumi selatan.

Kekuatan utama Indonesia di saat Trikora itu adalah salahsatu kapal perang terbesar dan tercepat di dunia buatan Sovyet dari kelas Sverdlov, dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inchi. Ini adalah KRI Irian, dengan bobot raksasa 16.640 ton dengan awak sebesar 1270 orang termasuk 60 perwira. Sovyet, tidak pernah sekalipun memberikan kapal sekuat ini pada bangsa lain manapun, kecuali Indonesia. (kapal-kapal terbaru Indonesia sekarang dari kelas Sigma hanya berbobot 1600 ton).





Angkatan udara Indonesia juga menjadi salahsatu armada udara paling mematikan di dunia, yang terdiri dari lebih dari 100 pesawat tercanggih saat itu. Armada ini terdiri dari :
1. 20 pesawat pemburu supersonic MiG-21 Fishbed.
2. 30 pesawat MiG-15.
3. 49 pesawat tempur high-subsonic MiG-17.
4. 10 pesawat supersonic MiG-19.




Pesawat MiG-21 Fishbed adalah salahsatu pesawat supersonic tercanggih di dunia, yang telah mampu terbang dengan kecepatan mencapai Mach 2. Pesawat ini bahkan lebih hebat dari pesawat tercanggih Amerika saat itu, pesawat supersonic F-104 Starfighter dan F-5 Tiger. Sementara Belanda masih mengandalkan pesawat-pesawat peninggalan Perang Dunia II seperti P-51 Mustang.


Sebagai catatan, kedahsyatan pesawat-pesawat MiG-21 dan MiG-17 di Perang Vietnam sampai mendorong Amerika mendirikan United States Navy Strike Fighter Tactics Instructor, pusat latihan pilot-pilot terbaik yang dikenal dengan nama TOP GUN.





Indonesia juga memiliki armada 26 pembom jarak jauh strategis Tu-16 Tupolev (Badger A dan B). Ini membuat Indonesia menjadi salahsatu dari hanya 4 bangsa di dunia yang mempunyai pembom strategis, yaitu Amerika, Rusia, dan Inggris. Pangkalannya terletak di Lapangan Udara Iswahyudi, Surabaya.


Bahkan China dan Australia pun belum memiliki pesawat pembom strategis seperti ini. Pembom ini juga dilengkapi berbagai peralatan elektronik canggih dan rudal khusus anti kapal perang AS-1 Kennel, yang daya ledaknya bisa dengan mudah menenggelamkan kapal-kapal tempur Barat.


Indonesia juga memiliki 12 kapal selam kelas Whiskey, puluhan kapal tempur kelas Corvette, 9 helikopter terbesar di dunia MI-6, 41 helikopter MI-4, berbagai pesawat pengangkut termasuk pesawat pengangkut berat Antonov An-12B. Total, Indonesia mempunyai 104 unit kapal tempur. Belum lagi ribuan senapan serbu terbaik saat itu dan masih menjadi legendaris sampai saat ini, AK-47.


Ini semua membuat Indonesia menjadi salasahtu kekuatan militer laut dan udara terkuat di dunia. Begitu hebat efeknya, sehingga Amerika di bawah pimpinan John F. Kennedy memaksa Belanda untuk segera keluar dari Papua, dan menyatakan dalam forum PBB bahwa peralihan kekuasaan di Papua, dari Belanda ke Indonesia adalah sesuatu yang bisa diterima.

Kehebatan Indonesia

terkadang kita berpikir bahwa negara kita Indonesia adalah negara yang lemah, rapuh dan tidak mempunyai mental dalam menghadapi ancaman dan bahaya yang mengancam pertahanan dan keamanan di wilayahnya
namun kita terlupa bahwa ada banyak hal hebat yang berada di sekitar kita, yang selalu bertempur dalam kesepian, jauh dari keluarga dan penugasan yang tak pernah henti dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia
jika kita percaya sepenuhnya pada kemampuan dan kehandalan mereka, percayalah, negara kita akan lebih aman dan tenteram dalam lindungan mereka. tentu kita pun harus turut serta dalam membantu tugas mereka dan juga merupakan kewajiban kita sebagai warga negara untuk bersatu dan melindungi negara ini.
mereka adalah yang terbaik bagi Indonesia
mereka adalah yang terhebat bagi Indonesia
mereka adalah kebanggaan kita, kehebatan Indonesia
PARA PASUKAN ELIT DAN KHUSUS YANG DIMILIKI INDONESIA


KORPS PASUKAN KHUSUS ( KOPASSUS )


Kopassus adalah pasukan khusus Angkatan Darat Indonesia. kelompok yang melakukan misi operasi khusus bagi pemerintah Indonesia, seperti tindakan langsung: konvensional perang, sabotase, kontra-pemberontakan: kontra-terorisme, dan pengumpulan intelijen. Kopassus ini didirikan pada tanggal 16 April 1952. dan satuan khusus paling ditakuti adalah Den 81 Gultor. sayang satuan ini kurang populer dari pada satuan Densus 88 milik kepolisian di Indonesia, padahal

Dalam survey banyak yang bingung mengapa satuan ini masuk dalam daftar top 5 sedangkan satuan amerika tidak masuk. itu semua adalah dari segi penilaian kemampuan pasukannya. Navy Seals boleh saja mengerahkan semua peralatan tempur canggihnya untuk mengatasi suatu peristiwa, tapi Kopassus mendapatkan poin yang sama dengan Navy Seals namun dengan peralatan seadanya dan lebih mengutamakan kemampuan individu pasukan. Pernah dalam sebuah latihan bersama antara Kopassus dan Navy Seals, seseorang meminta mana yg lebih baik, dan akhirnya mereka melucuti segala peralatan pendukung yang hanya menyisakan senjata Uzi di tangan masing2. Hasil akhir latihan mudah ditebak. Kopassus sukses membuat para Navy Seals tak ubahnya sekumpulan bocah pramuka. karena itulah kami menempatkan Kopassus di daftar ke 3 Pasukan elit terbaik dunia



.Narator dari Discovery Channel Military menjelaskan mengapa pasukan khusus dari amerika tidak masuk peringkat terhormat. Itu karena mereka terlalu bergantung pada peralatan yang mengusung teknologi super canggih, akurat dan serba digital. Pasukan khusus yang hebat adalah pasukan yang mampu mencapai kualitas sempurna dalam hal kemampuan individu. Termasuk didalamnya kemampuan bela diri, bertahan hidup, kamuflase, strategi, daya tahan, gerilya, membuat perangkap, dan lain2nya. Kemampuan yang tidak terlalu mengandalkan teknologi canggih dan Skill di atas rata - pasukan luar Elit luar negeri lainnya menjadi nilai plus dari KOPASSUS.Itu pula yang menimbulkan anggapan 1 prajurit KOPASSUS setara dengan 5 prajurit reguler
Mungkin karena itu pula kenapa sekitar Tahun 90-an Amerika Serikat keberatan dan Australia ketakutan ketika Indonesia akan memperbesar jumlah anggota Kopassus.
Sniper Kopasus
Pasukan Infanteri Kopasus
Sebagian Kecil prestasi dan Kiprah Kopassus

1. Kopasus juga juara satu sniper dalam pertemuan Pasukan Elite Asia Pasific Desember 2006. Dengan hanya mengandalkan senjata buatan Pindad! Nomor 2-nya SAS Australia

2. Kopasus menempati urutan 2 (dari 35) dalam hal keberhasilan dan kesuksesan operasi militer (intelijen - pergerakan - penyusupan - penindakan) pada pertemuan Elite Forces in Tactical, Deployment and Assault di Wina Austria. Nomor satunya Delta Force USA.

3. Negara-negara afrika utara hingga barat sekarang memiliki acuan teknik pembentukan dan pelatihan pasukan elite mereka. 80% pelatih mereka dari perwira-perwira Kopasus

4. Pasukan Paspampres Kamboja adalah pasukan Elit yang di latih oleh Kopassus

5. Pada perang Vietnam , para tentara Vietkong meniru strategy KOPASSUS dalam berperang melawan Amerika Serikat yang mengakibatkan kekalahan Pasukan Amerika yang mempunyai persenjatan canggih dan lengkap. Kekalahan ini membuat Amerika serikat malu di mata dunia

Beladiri : Merpati Putih
Alumni : 3 terbaik dari KOPASSUS telah dijadikan pasukan perdamaian dunia.
Moto : Berani, Benar, Berhasil.




SAT GULTOR 81 KOPASSUS


Satuan 81/Penanggulangan Teror atau disingkat Sat-81/Gultor adalah satuan di Kopassus yang setingkat dengan Grup, bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur. Kekuatan dari satuan ini tidak dipublikasikan secara umum mengenai jumlah personil maupun jenis persenjataannya yang dimilikinya, semua itu dirahasiakan. den 81 Gultor adalah salah satu satuan paling ditakuti di dunia. seorang pasukan Den 81 Gultor sama dengan kemampuan 5 tentara biasa. Spesialis Antibajak pesawat, perang kota, intelijen & kontra-intelijen.
Dibentuk 30 Juni 1982


KOPASKA TNI-AL

Komando Pasukan Katak atau lebih dikenal dengan sebutan Kopaska didirikan 31 Maret 1962 oleh Presiden Sukarno untuk mendukung kampanye militer di Irian Jaya. Satu grup di Armada Barat di Jakarta, dan satu grup di Armada Timur di Surabaya. Tugas utama mereka adalah menyerbu kapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, penyiapan perebutan pantai dan operasi pendaratan kekuatan amfibi. 

Detasemen Jala Mangkara (disingkat Denjaka) adalah sebuah detasemen pasukan khusus TNI Angkatan Laut. Denjaka adalah satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib Korps Marinir TNI-AL.

PHASKHAS TNI-AU


Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (disingkat Korpaskhasau, Paskhas atau sebutan lainnya Baret Jingga), merupakan pasukan (khusus) yang dimiliki TNI-AU. Paskhas merupakan satuan tempur darat berkemampuan tiga matra: laut, darat, udara. Dalam operasinya, tugas dan tanggungjawab Paskhas lebih ditujukan untuk merebut dan mempertahankan pangkalan udara dari serangan musuh, untuk selanjutnya menyiapkan bagi pendaratan pesawat kawan. Kemampuan ini disebut dengan Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan (OP3UD).

KOSTRAD TONTAIPUR


Peleton Intai Tempur (Tontaipur) merupakan satuan elite Kostrad terbaru, diresmikan pada tanggal 4 Agustus 2001. Setelah latihan secara intensif selama lima bulan, 97 pasukan yang diseleksi dari Brigade Infantri 9 dan Brigade Infantri 13 Kostrad menjadi prajurit-prajurit pertama satuan elite ini.

Sesuai kualifikasinya, Tontaipur akan diterjunkan untuk misi pengintaian jarak jauh ke wilayah musuh dan melakukan penghancuran terhadap sasaran-sasaran penting. Diantara perlengkapan yang dibawa, mereka akan dibekali senapan serbu khusus berikut teropong bidik malam (NVG, night vision goggle). Tiap personel Tontaipur ini memiliki kemampuan operasi sekaligus di tiga matra, yakni di darat, laut, dan udara.

Uji coba pertama bagi Tontaipur adalah operasi penumpasan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). 

 BATALYON RAIDER

Batalyon Raider adalah satu batalyon pasukan elit infanteri Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Raider adalah kualifikasi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dilatih untuk menguasai 3 kemampuan. Kemampuan tersebut adalah:

1. Kemampuan sebagai pasukan anti-teroris untuk pertempuran jarak dekat.
2. Kemampuan sebagai pasukan lawan gerilya dengan mobilitas tinggi.
3. Kemampuan untuk melakukan pertempuran-pertempuran berlanjut (panjang).

DENSUS 88 ANTITEROR

Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 adalah satuan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk penanggulangan teroris di Indonesia. Detasemen 88 dirancang sebagai unit antiteroris yang memiliki kemampuan mengatasi gangguan teroris mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan.

KORPS BRIMOB


Brimob termasuk satuan elit dalam jajaran kesatuan Polri, Brimob juga tergolong ke dalam sebuah unit paramiliter ditinjau dari tanggung jawab dan lingkup tugas kepolisian.